Berita Terbaru Mogok Kerja Toshiba Indonesia ( In Indonesia )

Perselisihan di PT. Toshiba Consumer Product Indonesia – PT TCPI telah Selesai

Setelah berjuang selama 4 bulan secara terus menerus dengan kembali ke meja perundingan, akhirnya tercapai penyelesaian dengan memperkerjakan kembali 697 pekerja, kecuali 15 Pimpinan Unit Kerja PT. TCPI.

INDONESIA: Persilisihan industri antara Pekerja PT. Toshiba CPI – FSPMI dengan PT. Toshiba Consumer Products Indonesia (TCPI) akhirnya diputuskan pada tanggal 22 Agustus setelah 4 bulan berjuang dan sekitar 4 minggu negosiasi terus-menerus.

Manajemen PT. Toshiba CPI memecat dan merumahkan 697 pekerja, termasuk 15 pimpinan serikat pekerja PT. TCPI – anggota dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) – setelah Seluruh Pekerja PT. Toshiba Indonesia melakukan Mogok Kerja yang sah, pada tanggal 16 April 2009, sebagai bentuk dukungan dalam penyelesaian perselisihan selama proses perundingan berlangsung.

Pada Kongres IMF di bulan Mei dikeluarkan RESOLUSI untuk mendukung penuh perjuangan FSPMI dan Pekerja PT. Toshiba CPI dan mengutuk tindakan pengusaha (PT. TCPI) yang telah mengabaikan hak-hak pekerja.

Setelah IMF dan afiliasinya berusaha untuk melawan HQ manajemen TCPI gagal, sebuah terobosan berhasil dilakukan ketika delegasi IMF-JC, Denki-Rengo dan Serikat Pekerja Toshiba Jepang datang ke Jakarta pada 23 Juli dan membujuk manajemen untuk bernegosiasi dengan serikat pekerja atas dasar saling percaya.

Melalui inisiatif ini manejemen akhirnya setuju untuk menyelesaikan perselisihan dengan FSPMI melalui negosiasi, yang diawali pada tanggal 23 Juli 2009. Memorandum Persetujuan ditanda tangani pada 22 Agustus dengan beberapa poin sebagai berikut:

· Seluruh 697 pekerja, kecuali pimpinan serikat pekerja segera dipekerjakan kembali

· Seluruh pimpinan serikat pekerja diminta resign dengan kompensasi yang setimpal

· Komite serikat pekerja yang baru akan dipilih dan dipercaya Melakukan Perundingan bersama untuk membuat perjanjian kerja yang baru.

Persetujuan ini juga berisi bahwa Aghni Dhamayanti, Ketua Serikat Pekerja/anggota Komite Eksekutif IMF, dan Vonny Diananto, Senior Vice Presiden FSPMI akan kehilangan pekerjaan/jabatannya bersama 13 pimpinan serikat pekerja yang lain. Keduanya, Vonny dan Aghni akan bekerja sebagai FSPMI officer termasuk bekerja dengan serikat pekerja yang baru dibentuk di perusahaan TCPI untuk mendorong kepemimpinan yang baru akan dibentuk.

Vonny berkata bahwa setelah bekerja lebih dari 12 tahun, dia mendorong suatu keadaan yang mengorbankan pekerjaannya demi pekerja yang lain. 15 pimpinan resign dari perusahaan dan mereka akan dibayar dengan kompensasi yang setimpal. Yang lebih penting bahwa status serikat pekerja di perusahaan ini telah pulih kembali. Jika kita memperpanjang perjuangan ini, perusahaan akan segera mengganti pekerja yang dipecat dengan pekerja kontrak sebab Pengadilan Perburuhan mendukung PT. TCPI,” jelasnya.

FSPMI melakukan mogok kerja setelah manajemen Toshiba CPI menolak untuk mendaftarkan perjanjian kerja bersama yang telah di sepakati bersama. Pekerja melakukan aksi damai dan legal pada bulan April dan PT. TCPI tiba-tiba melakukan pemberhentian kerja sepihak para pekerja, Kebanyakan dari mereka adalah pekerja wanita yang sudah bekerja sejak perusahaan berdiri 12 tahun yang lalu.

PT. TCPI merespon mogok kerja tersebut dengan menghentikan jaminan kesehatan dan pembayaran gaji karyawan, yang menyebabkan penderitaan pekerja. Bahkan salah satu pekerja meninggal dunia karena ketidakmampuannya mendapatkan pelayanan medis yang memadai selama aksi mogok berlangsung. Departemen Tenaga Kerja meminta PT. TCPI segera mempekerjakan kembali karyawan dengan gaji penuh, tapi PT. TCPI tidak mengindahkannya.

Perusahaan, dalam upaya nyata untuk membalas dendam dan menghukum para pimpinan serikat buruh dan pekerja, juga mengajukan beberapa tuntutan pidana terhadap para pemimpin serikat buruh dengan tuntutan bahwa FSPMI menyebabkan kerugian ayang diakibatkan berhentinya produksi dan kerugian bisnis Toshiba CPI sebesar US$ 1,6 juta . Tuduhan ini, dan tuduhan yang dijatuhkan kepada serikat buruh oleh perusahaan, telah dijatuhkan.

Said Iqbal, Presiden FSPMI, menyatakan bahwa serikat pekerja telah melalui proses yang keras dan sulit dalam berunding, dan hasil yang saat ini diraih adalah yang terbaik yang didapat. “Keadilan diinjak-injak ketika Peradilan Perburuhan memutuskan untuk memihak pengusaha meskipun pada kenyataannya serikat pekerja melakukan aksi mogok secara legal,” jelasnya.

“TCPI tidak menghormati hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia, sudah menderita rugi, dihina lagi, Peradilan Perburuhan adalah lembaga yang korup,” tegas Said Iqbal. Dia juga berterima kasih kepada IMF atas bentuk solidaritas dalam mendorong keadaan buruk pekerja dan membantu FSPMI dalam menghadapi tantangan. Dia menambahkan bahwa tanpa bantuan IMF pekerja tidak mungkin bisa bekerja kembali.

Pada bulan Juli IMF mengumpulkan dana bagi pekerja dimana IMF secara bermurah hati memberikan kontribusinya. Dengan kontribusi ini FSPMI mampu memberikan tiga kali makan sehari bagi pekerja dan keluarganya dan membayar biaya perobatan bagi mereka.
(27 Agustus 2009 – Anita Gardner)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: