Mogok Kerja Toshiba Indonesia Telah mencapai hari ke-96

Sampai dengan tanggal 21 Juli 2009 ini, mogok kerja di PT. Toshiba Indonesia telah berlangsung 96 hari, dan saat ini permasalahan tersebut telah sampai ke persidangan PHI di Bandung Jawa Barat, berita yang dapat di kutip, sebagai berikut :

Hakim Diminta Tolak Gugatan PHK Buruh Toshiba

Senin, 13 Juli 2009

TEMPO Interaktif, BANDUNG – Sekitar 200 buruh PT Toshiba Customer Product Indonesia Cikarang, Bekasi, berunjuk rasa di Pengadilan Negeri Bandung Senin (13/7) siang. Mereka menuntut petinggi Pengadilan Negeri ikut mengawasi para hakim Perselisihan Hubungan Industrial dalam sidang perkara gugatan PT Toshiba untuk memutus hubungan kerja 675 buruh gara-gara melakukan aksi mogok.

Sidang pembacaan gugatan PT Toshiba sendiri dilangsungkan di Pengadilan Hubungan Industrial, Bandung, pagi harinya. “Kami menuntut hakim sidang perkara perselisihan hubungan industrial diawasi agar nanti memtus perkara secara adil dan profesional,”kata Joko, salah seorang aktivis buruh saat berorasi di Pengadilan Negeri Bandung Senin (13/7).

Munsyir, juru bicara para buruh, menuturkan awalnya adalah tuntutan para buruh PT Toshiba untuk memperbaiki naskah Perjanjian Kerja Bersama antara buruh dengan perusahaan yang habis masa berlaku pada 2005 lalu dan harus diperaharui. Tuntutan buruh antara lain adalah perbaikan kesejahteraan seperti kenaikan tunjangan perumahan dan pensiun.

Namun tuntutan tersebut tak kunjung digubris oleh manajemen perusahaan. Merasa tak ditanggapi para buruh lalu menarik kembali sebagian tuntutan kesejahteraan tersebut.
“Seperti tuntutan tunjangan pensiun misalnya kami tarik kembali karena malah ditanggapi berlarut-larut oleh perusahaan,”kata Munsyir.

Bahkan, ia melanjutkan, pada tahun lalu, secara sepihak perusahaan menyatakan menganulir seluruh hasil kesepakatan. “Tidak ada keinginan baik untuk adanya PKB baru di PT Toshiba. Aturan yang ada pun dibuat sepihak tanpa melibatkan serikat pekerja,”katanya.

Belakangan, para buruh meminta agar perusahaan memberlakukan kembali PKB lama yang sebelum 2005. Mereka sudah mengajak perushaan mengesahkan PKB lama tersebut ke Departemen Tenaga Kerja.

“Tapi manajemen baru menolak PKB lama itu dengan alasan PKB tersebut dibuat oleh manajmen lama yang berbeda kebijakan dengan manajemen sekarang,”jelas Munsyir.

Alhasil karena tak kunjung ada kejelasan PKB berlaku, sejak 16 April lalu melakukan mogok kerja. “Itu untuk membuka pintu hati pengusaha dan menyelesaikan masalah yang ada,”imbuhnya.

Namun alih-alih berbuah solusi dua pihak, perusahaan malah melakukan sejumlah intimidasi atas buruh peserta mogok. Tekanan itu antara lain dihentikannya fasilitas jaminan kesehatan para buruh mogok sejak 29 April Selain itu permintaan para peserta mogok untuk kembali pun ditolak.

Bahkan, Munsyir menambahkan, gaji bulan Mei sampai Juni 2009 tidak dibayarkan. “Ujung-ujungnya pengusaha menggugat PHK 675 buruh di Pengadilan PIH (Perselisihan Hubungan Industrial, Bandung),”katanya.

Sebelum ke Pengadilan Negeri, para buruh sendiri sempat menghadiri sidang pembacaan gugatan di PIH Bandung tadi pagi. “Sidang akan dilanjutkan Senin pekan depan,”tandas Munsyir.

ERICK P HARDI
Sumber : Tempo Interaktif

dan berita Lainnya :

Ratusan Karyawan PT Toshiba CPI Terancam PHK
Senin, 13 Juli 2009

BANDUNG–MI: Sebanyak 875 orang karyawan PT Toshiba CPI terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) yang akan dilakukan pihak perusahaan pada Rabu (15/7).

Risau atas keputusan PHK sepihak itu ratusan karyawan yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), melakukan aksi unjuk rasa di Pengadilan Negeri Bandung dan Pengadilan Hukum Industrial, Senin.

Koordinator unjuk rasa, Munzir menyatakan pada tahun 2008 secara sepihak perusahaan menganulir seluruh kesepakatan Perjanjian Kerja Bersama.

Berbagai upaya sudah dilakukan baik dengan perundingan maupun aksi keprihatinan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Namun semuanya tidak berhasil.

Justru pada akhirnya semua karyawan pernah melakukan mogok kerja, tapi belum membuka pintu hati dari pihak pengusaha.

Pada saat mogok kerja bukanya mendapatkan hal yang positif dari pengusaha, namun para pemogok kerja mendapatkan tekanan dari pengusaha.

Tekanan-tekanan tersebut, seperti pemberian surat peringatan ketiga dan pemberitahuan PHK kepada seluruh pengurus serikat pekerja.

Munzir menambahkan, tidak hanya itu, pihak pengusaha juga memutuskan fasilitas jaminan kesehatan sejak April 2009.

Pengusaha juga menolak permohonan mogok kerja untuk kembali bekerja, selain itu juga pengusaha tidak membayar gaji bulan Mei 2009 dan Juni 2009.

Secara hukum mogok kerja adalah hak dasar pekerja dan sudah dijamin dalam undang-undang ketenagakerjaan di Indonesia.

“Sudah jelas bila pengusaha PT TCPI tidak lagi menghormati hukum yang ada di Indonesia juga tidak mengakui keberadaan Serikat Pekerja,” katanya. (Ant/OL-06)

Sumber : MediaIndonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: