KERJA ONLINE PLUS PENGHASILAN TAMBAHAN via PAYTREN – CASHLESS and EASY

TERTARIK DENGAN PENGHASILAN TAMBAHAN ???

INGIN HP ANDA LEBIH BERMANFAAT ???

INGIN MEMBANTU ORANG LAIN ???

BISNIS TANPA MENINGGALKAN PEKERJAAN SAAT INI ???

*****INI LAH JAWABANNYA*****

 

↓⇓↓

 

PAYTREN FOR EVERYONE

(please click here)

 

brosur-paytren

 

spanduk-paytren

↓⇓↓

 

PAYTREN FOR EVERYONE

(please click here)

SKB Libur Nasional 2017 – SKB 3 Menteri tahun 2016 tentang Libur Nasional tahun 2017

Mumpung masih 3 bulan lagi, awal 2017

masih sempat buat pesat tiket kereta api

Masih sempet buat pesen tiket Pesawat

Masih sempet buat pesen hotel

Berikut SK Libur Nasional tahun 2017

Alhamdulillah, banyak hari kejepit, banyak hari Jum’at sebagai libur nasional, so…… tinggal pesen tiket buat jalan jalan.

 

18-skb-3-menteri-hari-libur-nasional-dan-cuti-bersama-2017

 

Selamat berlibur…………………………… di tahun 2017…………………….

SK Libur Nasional 2015 – SKB 3 Menteri tahun 2014 tentang Libur Nasional tahun 2015

Berikut SK Libur Nasional tahun 2015

Alhamdulillah, banyak hari kejepit, banyak hari Jum’at sebagai libur nasional, so…… tinggal pesen tiket buat jalan jalan.

Siaran Pers SKB Cuti Bersama 2015_Hal 1

Siaran Pers SKB Cuti Bersama 2015_Hal 2

Selamat berlibur……………………………

SK Libur Nasional 2014 – SKB 3 Menteri tahun 2013 tentang Libur Nasional tahun 2014

Untuk download SK Libur Nasional, : http://www.menkokesra.go.id/content/skb-3-menteri-mengenai-libur-nasional-dan-cuti-bersama-2014-0

Awal Ramadhan 2013 Dan Idul Fitri 2013, MUI Tunggu Pemerintah

Melihat Bulan Dianut Sebagian Besar Ulama Di Dunia

Jakarta (MUIOnline) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) masih menunggu penetapan dari pemerintah tentang awal Ramadhan tahun 2013 ini. Pemerintah merupakan Ulil Amri yang harus kita taati sebagaimana dalam Al-Qur’anul Karim. MUI menunggu ketetapan pemerintah melalui lembaga Itsbatnya. Begitu juga tentang tanggal 1 Syawwal atau Idul Fitri, MUI menunggu ketetapan dari pemerintah melalui Kementerian Agama. Kita harus tunduk pada Ulil Amri. Ketaatan pada Ulil Amri atau pemerintah merupakan perintah Allah SWT, selama pemerintah itu dalam koridor ketundukan kepada Allah dan RasulNya. Demikian dikemukakan Ketua MUI Pusat Prof. Dr. H. Umar Shihab menjawa pertanyaan MUIOnline, di Gedung MUI, Jakarta, Selasa (2/7) pagi tadi.

Namun begitu, MUI tetap menghormati terhadap kelembagaan lain seperti Muhammadiyah yang menentukan sendiri awal Ramadhan dan Idul Fitri. Sebab, hal itu merupakan hal pendapat masing-masing dalam memahami ajaran agama. Selama perbedaan pemahaman agama itu tidak menyangkut persoalan ajaran pokok, maka perbedaan pandangan dan pemahaman terhadap ajaran agama dibolehkan. Perbedaan pandangan yang menyangkut ajaran “furu’iyyah” atau cabang ajaran, tidak ada masalah, karena hal itu berkaitan dengan ijtihad masing-masing. Kata Nabi, kalau ijtihadnya benar, maka mendapat dua pahala, tapi kalau ijtihadnya salah, mendapat satu pahala.

“Perbedaan pandangan dan pemahaman ajaran agama yang dibolehkan itu, ya seperti soal-soal cabang seperti penetapan awal Ramadhan dan Idul Fitri, qunut, hitungan raka’at Sholat Tarawih dan sebagainya yang tidak mengganggu pada pokok aqidah yang baku dan sudah disepakati. Ajaran pokok itu seperti Rasululloh Muhammad merupakan Rasul dan Nabi terakhir, Allah itu Satu, Esa, sholat wajib itu lima kali dalam sehari semalam dan lain-lain. Jadi, kalau ada yang bilang ada nabi lagi setelah Rasulullah Muhammad atau shalat wajib itu hanya tiga kali, maka itu pemahaman yang tidak boleh,” tegas Umar Shihab.

Karena itu, menurut Umar Shihab, MUI menghimbau kepada seluruh umat Islam harus senantiasa bersikap toleran terhadap perbedaan awal Ramadhan dan Idul Fitri. “Tidak perlu saling berantem dan saling membid’ahkan. Apalagi saling mengklaim dirinya paling berhak masuk syurga. Kita harus selalu menjaga kerukunan umat Islam dan jangan mau diadu domba oleh pihak manapun hanya karena perbedaan pemahaman yang dibolehkan,” katanya.

Ditambahkannya, selain MUI mengikuti perntah Al-Qur’an agar mematuhi pemerintah, juga karena penetapan awal Ramadhan dan Idul Fitri melalui rukyah atau melihat bulan merupakan ketentuan yang diikuti dan dilaksanakan oleh sebagian besar para ulama sejak daulu kala. Begitu juga, sebagian besar negara-negara di dunia menetapkan awal Ramdhan dan Idul Fitri melalui rukyah. “Rukyah dalam arti melihat bulan dengan mata telanjang itu sudah diputuskan da;a, Konferensi OKI (Organisasi Islam Dunia). Tapi ada beberapa negara yang tidak mematuhinya seperti Arab Saudi sendiri,” ujar Umar Shihab.

Dikemukakan Umar Shihab, bahwa pertengkaran sesama umat Islam adalah karena dipicu oleh saling serang secara pribadi maupun kelompok yang mengaku paling benar. Atau dipicu oleh pemahaman yang sama sekali tidak sesuai dengan ajaran Islam sehingga dinilai sebagai ajaran sesat yang keluar dari ajaran Islam, tetapi yang bersangkutan tetap mengaku berada dalam bingkai agama Islam. “Jadi dua persoalan itulah yang sering menimbulkan konflik, yakni saling cerca dan mengembangkan ajaran di luar pokok ajaran Islam. Kalau punya ajaran pokok yang sama sekali di luar ajaran Islam, ya silakan saja, tapi jangan mengaku agama Islam. Mereka harus bikin agama lain, ga masalah silakan. Tapi kalau sekedar ajaran cabang, ya silakan ga masalah berbeda dan tetap berada dalam agama Islam, tapi jangan saling cerca, Perbuatan saling mencerca itulah yang membuat saling bertengkar,” paparnya.

Sementara itum menjawab pertanyaan soal adanya keinginan agar MUI mengambilalih peran Kementerian Agama dalam menentukan awal Ramadhan dan Idul Fitri, menurut Umar Shihab kurang pas karena MUI bukan pemerintah (Ulil Amri). MUI tidak mempunyai kekuatan penekan atau pemaksa. Karena itu, penetapannya harus tetap dilakukan oleh pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh Menteri Agama. “Dalam Al-Qur’an kan ga disebutkan ulama, tapi pemerintah yang harus diikuti. Jadi, MUI juga harus tetap tnduk dan patuh pada pemerintah,” ujar Umar Shihab menanggapi pemikiran Prof. Dr. H. Abdi Kurnia.

Seperti diberitakan,Abdi Kurnia, pengamat keagamaan yang juga dosen UI Jakarta mengusulkan agar MUI mengambilalih peran Kementerian Agama dalam memutuskan awal Ramadhan dan Idul Fitri. Dengan peran berkumpulnya ulama dalam menentukan sebuah ketentuan ajaran agama, menurut Abdi Kurnia akan mendorong umat untuk lebih patuh ketimbang kepada pemerintah. Selama ini MUI juga terkesan bersikap diam terhadap berbagai perbedaan penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri.

Menurut Umar Shihab, MUI sama sekali tidak berdiam diri. Tetapi, MUI tentunya harus bisa menjaga diri agar tidak masuk terlalu dalam ke dalam konflik yang terjadi. “MUI banyak sekali berbuat untuk berusaha mendekatkan berbagai persoalan yang selama ini berbeda dalam pemahaman ajaran keagamaan dalam Islam. Kita terus berupaya agar, minimal, umat tidak menjadi bingung. “Langkah upaya-upaya pencerahan pemahaman terus kita lakukan di tengah umat. MUI tidak diam,” demikian Umar Shihab. (Qr)

sumber : http://www.mui.or.id/index.php/berita/1-berita-singkat/676-awal-ramadhan-dan-idul-fitri-mui-tunggu-pemerintah.html

PSB Depok Online 2013 – PPDB Depok Online 2013

Informasi lengkap untuk proses Penerimaan Siswa Baru di Depok silahkan Klik Link di bawah ini :

Untuk Tingkat SMP Negeri Depok :
http://ppdb.kemdikbud.go.id/kotadepok/index.php/hasil/smpn

Untuk Tingkat SMA Negeri Depok :
http://ppdb.kemdikbud.go.id/kotadepok/index.php/hasil/smun

Untuk Tingkat SMK Negeri Depok :
http://ppdb.kemdikbud.go.id/kotadepok/index.php/hasil/smkn

Semoga Sukses

PPDB Online Depok 2013

Dibawah ini adalah data terakhir pada hari ini, untuk nilai terendah dan tertanggi untuk tingkat SMP Negeri di depok :

No Nama Sekolah Daya DITERIMA
Tampung Nilai Min Nilai Max Terisi

1 SMPN 01 Depok 201 25,6 27,9 201
2 SMPN 02 Depok 230 26,3 29,55 230
3 SMPN 03 Depok 232 25,1 29,6 232
4 SMPN 04 Depok 218 24,95 28,6 218
5 SMPN 05 Depok 200 24,75 27,2 200
6 SMPN 06 Depok 191 24,4 27,6 191
7 SMPN 07 Depok 159 25,45 28,35 159
8 SMPN 08 Depok 108 24,85 27,65 108
9 SMPN 09 Depok 162 24,8 27 162
10 SMPN 10 Depok 200 23,85 27,25 200
11 SMPN 11 Depok 148 25,15 27,95 148
12 SMPN 12 Depok 153 24,5 27,45 153
13 SMPN 13 Depok 137 24,15 27,1 137
14 SMPN 14 Depok 248 21,3 27,25 248
15 SMPN 15 Depok 203 22,55 26,25 203
16 SMPN 16 Depok 202 22,8 26,4 202
17 SMPN 17 Depok 167 22 26,15 167
18 SMPN 18 Depok 213 16,3 26,7 124

Info Lengkap klik : http://ppdb.kemdikbud.go.id/kotadepok/index.php/statistik/tampil/smpn